Ibadah cara kiri :
- Kaya dulu, baru sedekah, baru umrah.
- Mapan dulu, baru nikah, baru punya anak.
- Cukup dulu, baru berbakti kepada orangtua.
- Dapat nikmat dulu, baru bersyukur, baru berhusnudzon.
- Punya kebebasan waktu dulu, baru shalat dhuha, baru shalat tahajud.
- Merasa berdosa dulu, baru shalat taubat, baru istighfar.
- Selesai shalat dulu baru berzikir.
- Sepintas, ini semua tampak masuk akal.
- Sedekahlah dulu, barulah rezekinya bisa berlimpah.
- Menikah dulu, barulah rezekinya bisa berlebih.
- Bersyukur, husnudzon, istighfar, dan zikir itu mesti diamalkan kapanpun, di manapun, dan tidak harus ada sebab-sebab khusus, juga tidak harus ada hitungan-hitungan khusus.(Boleh sih boleh, tapi tidak harus).
Memang, otak kiri dan otak kanan senantiasa bekerja beriringan dan saling mendukung. Apalagi terkait ibadah, otak kiri sangat berperan untuk keteraturan dan penghafalan. Apa yang sesalkan di sini adalah pola pikir kiri yang berlebihan, terutama soal rasionalitas.
Sumber : Ippho 'Right' Santosa, 7 Keajaiban Rezeki

Tidak ada komentar:
Posting Komentar