Langsung saja. Amatlah sukar memahami rezeki dengan otak kiri. Yah, ditilik dari sisi manapun, semuanya tampak serba tak masuk akal.
- Coba hitung satu per satu, berapa pengeluaran Anda setiap bulannya.
- Coba hitung juga, berapa pendapatan Anda setiap bulannya.
- Tidak cocok'kan angkanya? Dari tampang Anda, saya sudah tahu jawabannya. Sepertinya lebih besar pengeluaran Anda ketimbang pendapatan Anda. Iya'kan?
- Dan cara hidup seperti ini sudah berlangsung bukan satu tahun dua tahun, tapi sudah belasan bahkan puluhan tahun. Kok bisa ya?
- Begitulah, rezeki itu memang tidak masuk akal. Dan kalau Anda mau membuka mata lebih lebar lagi, Anda akan tersadar, Tuhan itu memang Maha Mencukupkan.
- Bukankah Dia yang telah menghadirkan kita ke muka bumi ini? Pastilah Dia bertanggungjawab untuk mencukupkan rezeki kita. Asalkan kita mau ikhtiar dan yakin, Right?
- Memang soal rezeki, sampai kapan pun matematika manusia tidak bakal sanggup menyamai matematika Tuhan. Right?
- Namun demikian, dengan otak kanan, mudah-mudahan sedikit banyak Anda dapat memahami matematika Tuhan dan memanfaatkannya.
Sumber : Ippho 'Right' Santosa, 7 Keajaiban Rezeki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar