Rabu, 20 Februari 2013

Sepasang Bidadari


Turunnya bidadari pertama
Sidang pembaca sekalian, inilah rahasianya:
  • Tahukah Anda, keridhaan Yang Maha Kuasa itu tidak terlepas dari keridhaan orang tua? Tahukah Anda, lingkar Pencipta itu tidak terlepas dari Lingkar Keluarga? Kalaulah Dia sudah ridha, maka menggerakkan LOA, doa, dan impian adalah perkara yang mudah.
  • Tahukah Anda, berbakti kepada orangtua itu akan menguak langit dan memanggil rezeki? Soal ini, Anda boleh pegang kata-kata saya! Memang itulah yang sebenarnya.
  • Tahukah Anda, doa orangtua membuat rezeki Anda betul-betul tercurah? Namun, hati-hati, demikian dengan sebaliknya.
  • Begitu doa orangtua Anda selaras dengan doa Anda, berarti doa Anda menjadi lebih 'melangit'. Begitu impian orangtua Anda selaras dengan impian Anda, berari impian Anda menjadi lebih 'bersayap'. Yah, melipatgandakan kekuatan doa dan LOA! Inilah dampak dari keselarasan impian.
  • Karena cukup sulit meminta orangtua untuk mengganti atau mengubah doa mereka, maka saran praktis dari saya, mintalah mereka untuk menyebut impian Anda dalam doa mereka. Percayalah, ini jauh lebih gampang ketimbang mengganti atau mengubah doa mereka.
  • Lebih baik lagi, jika Anda awali dengan meminta maaf (ulang) kepada orangtua Anda.
  • Orangtua dan doanya, inilah bidadari pertama.
Turunnya bidadari kedua
Yap, Sepasang Bidadari. 
Kalau orangtua itu adalah bidadari yang pertama, lantas siapakah bidadari yang kedua?
Tidak lain tidak bukan, dia adalah pasangan Anda. Menurut saya, menikah itu berkolerasi positif dengan rezeki.
Kembali soal keselarasa, saya sering wanti-wanti, "Rambut sama hitam, tapi impian beda-beda. Apalagi zaman sekarang, rambut ada yang merah, kuning, dan hijau! Right?"
Lalu saya sambung, "Sepasang suami istri saja, tidur satu ranjang, tidur satu selimut. Tapi masing-masing mempunyai mimpi beda-beda! Right?"
Kesimpulannya, menyelaraskan impian itu memang tidak gampang. Namun, bilamana Anda berhasil meyakinkan Sepasang Bidadari untuk menyelaraskan impian, maka terbukalah lebar-lebar pintu rezeki di hadapan Anda. Ajaib!
Akhirnya, silakan Anda renungkan pernyataan berikut. Setiap pria yang berhasil, ternyata ada wanita yang mendampinginya, dan wanita itu adalah istrinya. Setiap pria yang gagal, ternyata juga ada seorang wanita yang mendampinginya, tetapi bukan istrinya. (Itulah sebabnya, apabila pria pulang pagi, lazimnya menghabiskan duit. Sementara, apabila wanita pulang pagi, lazimnya menghasilakan duit. Hehehe, dua-duanya edan!)


Sumber : Ippho 'Right' Santosa, 7 Keajaiban Rezeki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar